Join The Community

Premium WordPress Themes

MDI Form,Menu dan Objek Printer Visual Basic


MDI Form, Menu dan Objek Printer

5.1.   Mengenal Multiple Document Interface

Pada Visual Basic, anda dapat mengembangkan aplikasi dengan interface sebagai berikut : 
  • SDI (Single Document Interface)
  • MDI (Multiple Document Interface)
Pada aplikasi SDI, setiap form merupakan form-form yang berdiri sendiri, Aplikasi SDI pada windows terdapat pada aplikasi seperti Notepad, WordPad dan Paint.
Sedangkan aplikasi seperti Microsoft Word menggunakan MDI, yaitu terdiri dari suatu MDIForm, dan didalamnya merupakan form-form anak (MDIchild).

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan MDIForm adalah :
  1. Didalam satu project hanya dapat terdiri dari satu MDIForm
  2. Anda tidak dapat menempatkan kontrol-kontrol secara langsung pada MDIForm, kecuali kontrol yang memiliki properti Alignment, atau menempatkannya diatas kontainer seperti Picturebox.
  3. Anda tidak dapat menggunakan metode pengambaran (Print, Line, Circle, dan PSet) seperti pada form umumnya.

5.2.   Membuat suatu Aplikasi MDI pada Visual Basic

  1. Membuat suatu MDI form
    Dari menu Insert, Pilih Add MDI Form. (Suatu aplikasi hanya dapat terdiri dari satu MDI form)
  1. Membuat suatu Form menjadi MDI Child
    Dari properti Form tersebut, ubah nilai properti MDI Child-nya menjadi True.
  1. Menentukan StartUp Objek
    Pada Menu Tools, pilih Command Options, pilih Tab Project, Tentukan StartUp Object ke MDI form yang telah ditambahkan.
         


a)       Karakteristik dari MDI Form

  • Semua child form tidak dapat dipindahkan keluar dari MDI Form.
  • Ketika suatu child form diminimize, akan menjadi icon dibawah MDI Form.
  • Anda dapat menentukan apakah child form secara otomatis ditampilkan atau tidak dengan menggunakan properti AutoShowChildren pada MDIForm.
  • Jika pada child form ada menu, maka menu akan ditampilkan pada MDIform menu.
Pada MDIform anda tidak dapat menempatkan kontrol-kontrol visible yang tidak mendukung alignment, kecuali kalau anda menempatkannya kedalam suatu kontainer seperti Picturebox, dan Toolbar. Sedangkan kontrol non-visible seperti Timer dan CommonDialog box dapat ditempatkan diatas MDIForm.

b)       Mendapatkan MDI Child yang sedang aktif.

Untuk mendapatkan form-form yang sedang aktif didalam suatu MDIform, anda dapat menggunakan properti ActiveForm, contoh :
Private Sub MDIForm_QueryUnload(Cancel As Integer, UnloadMode As Integer)
If Not Me.ActiveForm Is Nothing Then
   MsgBox "Masih ada Form yang aktif"
   Cancel = True
End If
End Sub
 

c)       Mengatur MDI Child dalam jendela MDI form

Anda dapat menggunakan metoda Arrange untuk mengatur penyusunan form-form yang sedang aktif didalam suatu MDI form. Metoda Arrange ini diikuti oleh suatu parameter yang menentukan jenis penyusunan yang akan dilakukan, contoh :
Private Sub mnuTileHorizontally_Click()
    Arrange vbTileHorizontal
End Sub
 
Private Sub mnuTileVertically_Click()
    Arrange vbTileVertical
End Sub
 
Private Sub mnuCascade_Click()
    Arrange vbCascade
End Sub
 
Private Sub mnuArrangeIcons_Click()
    Arrange vbArrangeIcons
End Sub

5.1.   Membuat Menu Pada Visual Basic

Pembuatan menu pada Visual Basic dapat dilakukan dengan bantuan Menu Editor yang terdapat pada Menu Tools.
Pada dasarnya setiap item menu memiliki Caption dan sebuah Nama. Anda dapat membentuk Kunci Akses dengan menggunakan tanda & (ampersand) pada Caption dari menu tersebut. Untuk membuat menu anda cukup mengetikan Caption dan Name, selanjutnya klik pada Next, dan ketikkan menu yang berikutnya, sampai selesai. Selanjutnya adalah menbuat Sub Menu dengan melakukan klik pada panah kanan dan sebaliknya. Anda dapat membuat sampai 5 Sub Menu (6 kalau termasuk Menu Utama).
Pada contoh diatas akan menghasilkan menu sebagai berikut :

a)       Membuat Garis Pemisah antar Menu

Anda dapat menggunakan tanda - (karakter hypen) untuk membuat garis pemisah antar menu pada Caption.

Sehingga akan menghasilkan menu sebagai berikut :

b)       Melakukan Koding terhadap Menu

Untuk melakukan koding terhadap item menu, anda dapat membuka menu pada saat design dan akan menghasilkan Event Click untuk item menu tersebut, contoh :
Private Sub mnuDataDepartemen_Click()
             frmDepartemen.Show
End Sub

c)       Membuat Menu yang memiliki tanda Check

Anda dapat membuat menu yang memiliki tanda Check dengan memanfaatkan option Checked pada Menu Editor.

Sehingga akan menghasilkan menu sebagai berikut :
Anda dapat mengatur keaktifan tanda Check dari item menu tersebut dengan koding sebagai berikut :
Private Sub mnuTampilWaktu_Click()
             mnuTampilWaktu.Checked = Not mnuTampilWaktu.Checked
             If mnuTampilWaktu.Checked Then
                frmWaktu.Show
             Else
                Unload frmWaktu
             End If
End Sub
 
Anda dapat memanfaatkan option Visible untuk menyembunyikan menu ataupun menampilkan suatu item menu berdasarkan kondisi tertentu, dan option Enabled untuk membuat suatu menu dapat dipilih atau tidak.

5.2.   Membuat Menu Pop Up

Pada Visual Basic, anda dapat membuat menu pop up dengan memanfaatkan menu Editor untuk mendefinisikan nama kelompok menu Pop Up beserta Sub Menunya, dan menonaktifkan option Visible dari kelompok menu tersebut.
Kemudian lakukan koding pada Event MouseDown pada MDIform
Private Sub MDIForm_MouseDown(Button As Integer, Shift As Integer, X As Single, Y As Single)
             If Button And vbRightButton Then
                PopupMenu mnuAtur
             End If
End Sub
 
Sehingga kalau dilakukan klik kanan pada form akan menanpilkan suatu Pop Up menu yang berupa Sub Menu dari mnuAtur.

5.3.   Memahami Objek Printer

Untuk memcetak hasil aplikasi anda ke printer, anda dapat mengunakan objek Printer yang disediakan oleh Visual Basic. Pada objek printer tersedia berbagai metoda pencetakkan text dan pengambaran grafik (Line, Circle, Pset, dll) seperti yang tersedia pada form maupun kontrol Picturebox.
Objek printer juga mendukung properti ScaleWidth, ScaleHeight, ScaleTop, dan ScaleLeft. Anda dapat memeriksa kembali fungsi properti-properti ini pada control Picture.

a)       Mencetak Data ke Objek Printer

Anda dapat menggunakan metoda print untuk mengirim tulisan yang akan dicetak ke objek printer. Anda dapat juga menggunakan metoda Newpage untuk membuat printer mencetak tulisan berikutnya ke halaman baru.  Metoda EndDoc untuk memulai pencetakkan yang sebenarnya, sedangkan KillDoc untuk membatalkan pencetakkan. Anda juga dapat menggunakan properti Page untuk mendapatkan nomor halaman.
Contoh :
Printer.Print "Indoprog-vb, forum diskusi dan belajar bersama Visual Basic"
Printer.NewPage
Printer.Print "Ini akan dicetak pada halaman kedua"
Printer.EndDoc

Untuk menentukan jumlah rangkap pencetakkan dapat menggunakan properti Copies.
Contoh :
Printer.Copies = 2
Printer.Print "Indoprog-vb, forum diskusi dan belajar bersama Visual Basic"
Printer.NewPage
Printer.Print "Ini akan dicetak pada halaman kedua"
Printer.EndDoc
Anda dapat juga menggunakan metode pengambaran grafik seperti Line, Circle, PSet, dan PaintPicture seperti yang terdapat pada Form dan PictureBox.

b)       Menentukan ukuran kertas

Properti PaperSize dapat digunakan untuk menentukan ukuran kertas, misalnya vbPRPSLetter untuk 8 1/2 x 11 (Letter). Untuk konstanta jenis ukuran kertas dapat anda lihat dengan Object Browser pada PrinterObjectConstants.
Contoh :
                    Printer.PaperSize = vbPRPSLetter

c)       Menentukan posisi pencetakkan

Anda dapat mengatur/mendapatkan posisi pencetakkan dengan menggunakan properti CurrentX dan CurrentY.
Contoh :
Printer.CurrentX = 0.5*1440     '1/2 inch
Printer.CurrentY = 1*1440       '1 inch
Printer.Print "Hello Indoprog-vb"
Catatan : Ukuran dinyatakan dalam Twips, dimana 1 inch = 1440 Twips

d)       Menentukan font pencetakkan

Anda dapat mengatur font pencetakan dengan menggunakan objek font. Pada objek font anda dapat mengatur setting seperti :
Properti
Keterangan
Bold
Mengaktifkan cetak tebal (True, False)
Name
Menentukan nama font yang digunakan, misalnya Verdana, Times New Roman, Arial, Courier New, dll
Italic
Mengaktifkan cetak miring (True, False)
Size
Menentukan ukuran font
StrikeThrought
Mengaktifkan cetak coret (True, False)
Underline
Mengaktifkan cetak garis bawah (True, False)
Contoh :
                    Printer.Font.Name = "Verdana"
                    Printer.Font.Size = 14
                    Printer.Font.Bold = True
                    Printer.Print "Hello Indoprog-vb"

e)       Menentukan orientasi pencetakkan

Anda dapat menggunakan properti Orientation untuk menentukan orientasi pencetakkan Portrait atau Landscape (1-vbPRORPortrait, 2-vbPRORLandscape).
Contoh :
                    Printer.Orientation = vbPRORLandscape
 

f)        Mendapatkan informasi printer yang terinstalasi pada sistem

Untuk mendapatkan jumlah printer yang terinstalasi pada sistem, anda dapat menggunakan properti Count, sedangkan nama printer dapat diperoleh dengan DeviceName, dan DriverName untuk mendapatkan nama Driver. Berikut ini adalah contoh mengisi nama Device dan Driver dari printer yang terinstalasi pada sistem pada suatu ComboBox.
Contoh :
For i = 0 To Printers.Count _ 1
        cboPrinters.AddItem Printers(i).DeviceName & " [" & _
        Printers(i).DriverName & "]"
Next
Anda dapat juga mendapatkan informasi dengan properti Port (misalnya, LPT1:), memeriksa apakah printer tertentu dapat melakukan pencetakkan berwarna denga properti ColorMode (1-vbPRCMMonochrome or 2-vbPRCMColor).

g)       Menentukan  Printer yang akan digunakan

Jika anda tidak menentukan printer yang akan digunakan, maka printer yang akan digunakan adalah printer default pada sistem anda.
Untuk mencetak dengan menggunakan printer yang tertentu anda dapat melakukan setting printer ke printer yang bersesuaian. Contoh berikut akan menlakukan setting printer ke nomor printer tertentu berdasarkan pilihan pemakai dari ComboBox.
Contoh :
Private Sub cmdMakeCurrent_Click()
    Set Printer = Printers(cboPrinters.ListIndex)
End Sub

Bahasa aplication Visual Basic


  Bahasa Visual Basic Aplication

a)       Konvensi penamaan dalam Visual Basic

Ketika anda menulis Code Visual Basic, anda mendeklarasikan banyak elemen (Sub dan Function procedures, variables, constants,dan lainnya). Nama dari procedure, variabel, dan konstanta yang mana anda deklarasi pada Visual Basic harus mengikuti petunjuk berikut :
·         Harus dimulai dengan suatu Huruf
·         Tidak dapat mengandung titik atau spesial karakter
·         Tidak dapat lebih dari 255 huruf, nama dari control, forms, classes, dan module tidak melebihi 40 karakter.
·         Tidak dapat sama dengan keywords yang tercadang.
Keyword yang tercadang adalah kata yang Visual Basic gunakan sebagai bagian dari bahasanya. Ini terdiri dari predefined statements (seperti If dan Loop), function (seperti Len dan Abs), dan operator (seperti Or dan Mod).
Deklarasi Variabel
·         Deklarasi variabel pada bagian deklarasi di suatu form, standard, atau class module, dari pada dalam suatu procedure, membuat variabel itu berlaku untuk semua procedure dalam module tersebut
·         Deklarasi variabel dengan menggunakan keyword Public membuatnya berlaku pada keseluruhan aplikasi anda.
·         Deklarasi suatu variabel lokal dengan menggunakanan keyword Static akan menyimpan nilainya ketika suatu procedure berakhir.

Deklarasi Implicit
Anda tidak perlu mendeklarasikan suatu variabel sebelum menggunakannya.

Deklarasi Explicit
Untuk mencegah kesalahan mengetik variabel, dan Visual Basic akan selalu memberikan peringatan jika menemukan nama yang tidak dideklarasikan terlebih dahulu sebagai suatu variabel.
Catatan :
Pernyataan Option Explicit hanya bekerja per-module, sehingga harus diletakkan pada bagian deklarasi pada setiap form, dan class module yang mana anda ingin Visual Basic memaksakan suatu explicit variabel deklarasi

b)       Mengenal Struktur Kendali

Struktur kendali memungkinkan anda untuk mengatur jalannya program anda, Jika membiarkan tanpa di periksa oleh statement control-flow, suatu logika program akan berjalan dari kiri ke kanan dan dari atas kebawah. Hanya program yang sangat sederhana dapat ditulis tanpa statement control-flow.

Struktur Keputusan
Struktur keputusan yang didukung oleh Visual Basic adalah sebagai berikut :

If...Then

Gunakan suatu struktur If...Then untuk menjalankan suatu pernyataan secara kondisional. Anda dapat  menggunakan syntax satu baris ataupun syntax banyak baris :
If kondisi Then pernyataan
atau
If kondisi Then
                pernyataan-pernyataan
End If

Kondisi biasanya berupa suatu perbandingan, maupun ekspresi yang menghasilkan nilai numerik. Visual Basic menginterpretasikan False sebagai nol (0), dan True sebagai bukan nol. 

If...Then...Else

Gunakan If…Then…Else untuk mendefinisikan beberapa blok pernyataan yang akan dijalankan salah satu berdasarkan kondisi yang memenuhi syarat
If kondisi1 Then
                [blok pernyataan-1]
[ElseIf kondisi2 Then
                [blok pernyataan-2]] ...
[Else
                [blok pernyataan-n]]
End If
Visual Basic awalnya akan mencoba kondisi1. Jika False, maka Visual Basic akan memeriksa kondisi2, dan seterusnya sampai menemukan suatu kondisi True untuk dijalankan blok pernyataannya.
Contoh :
If JlhRec > 0 Then
   Posisi = 1
Else
   Posisi = 0
End If

Select Case

Visual Basic menyediakan struktur Select Case sebagai suatu alternatif terhadap If...Then...Else. Suatu Select Case statement memiliki kemampuan yang sama dengan  If…Then…Else…, tetapi membuat code lebih mudah dibaca.
Struktur Select Case bekerja dengan suatu percobaan tunggal yang hanya dievaluasi satu kali pada bagian atas struktur. Visual Basic then membandingkan hasil ekspresi dengan nilai pada setiap Case didalam struktur tersebut, jika ada yang sesuai, akan dijalankan blok statement yang sesuai
Select Case ekspresiyangdicoba
                [Case ekspresi1
                                [blokpernyataan-1]]
                [Case ekspresi2
                                [blokpernyataan-2]]
                                …
                [Case Else
                                [blokpernyataan-n]]
End Select

Bahasa Vb aplication


  Bahasa Visual Basic Aplication

Dasar dari pemrograman pada Visual Basic adalah VBA yang menggunakan dialek Basic. Bagi anda yang pernah belajar bahasa Basic, tidak akan sulit untuk belajar VBA.

a)       Type Variabel

Dibandingkan dengan type data yang terdapat pada bahasa basic, maka pada VBA, type data yang disediakan lebih banyak, seperti type Currency, Decimal, Object, dan Variant.. Variant merupakan type variabel yang istimewa, karena dapat berubah dari satu type ke type yang lain, sesuai dengan evaluasi ekspresi oleh Visual Basic.
Ketepatan pemilihan type variabel akan sangat menentukan pemakaian resources oleh aplikasi yang dihasilkan, adalah tugas programmer untuk memilih type yang sesuai untuk menghasilkan program yang efisien dan berperfomance tinggi.
Type Data 
Ukuran Storage
Jangkuan
Byte
1 byte
0 s/d 255
Boolean
2 byte
True atau False
Integer
2 byte
-32,768 s/d 32767
Long
4 byte
-2,147,483,648 s/d 2,147,483,647
Single
4 byte
-3.402823E38 s/d -1.401298E-45 (-)
1.401298E-45 s/d 3.402823E38 (+)
Double
8 byte
-1.79769313486232E308 s/d -4.94065645841247E-324 (-)
Currency
8 byte
-922,337,203,685,477.5808 s/d 922,337,203,685,477.5807
Decimal
14 byte
+/-79,228,162,514,264,337,593,543,950,335
Date
8 byte
1 Januari 100 s/d 31 Desember 9999
Object
4 byte
Mengacu pada objek tertentu
String (panjang variabel)
10 byte + panjang string
0 sampai lebih kurang 2 milyar
String (panjang tetap)
panjang dari string
1 sampai lebih kurang 65,400
Variant (dengan angka)
16 byte
Sembarang angka sampai jangkauan jenis Double
Variant (dengan karakter)
22 byte + panjang string
Sama dengan jangkauan variabel String
Tabel 1-1. Type variabel, pemakaian storage dan jangkauan masing-masing

 

b)       Operator Pada Visual Basic dan urutan operasinya

Visual basic meyediakan operator aritmatika, komparasi dan logika, salah satu hal yang harus dipahami oleh programmer adalah tata urutan operasi dari masing-masing operator tersebut sehingga mampu membuat ekspresi yang akan menghasilkan nilai yang benar, Tabel 1-2, menunjukkan operator dan urutan operasinya dari atas kebawah.
Contoh :
A = 1 + 2 * 3                'Akan menghasilkan 7
B = (1 + 2) * 3              'Akan menghasilkan 9

Aritmatika
Komparasi
Logika
Pangkat (^)
Sama (=)
Not
Negatif (-)
Tidak sama (<>)
And
Kali dan Bagi (*, /)
Kurang dari (<)
Or
Pembagian bulat (\)
Lebih dari (>)
Xor
Sisa Bagi (Mod)
Kurang dari atau sama (<=)
Eqv
Tambah dan Kurang (+,-)
Lebih dari atau sama (>=)
Imp
Pengabungan String (&)
Like

Tabel 1-2. Operator pada Visual Basic dan urutan operasi dari atas ke bawah

c)       Operator Like

Salaj satu operator yang menarik untuk dibahas adalah operator like, Operator digunakan untuk operasi pencocokan pola pada string yang akan sangat membantu programmer.
Syntax :
Result = string Like pattern

Karakter dalam pola
Penyamaan dalam string
?
Sembarang karakter tunggal
*
Nol atau lebih karakter
#
Sembarang digit tunggal (0-9)
[charlist]
Sembarang karakter yang berada dalam charlist
[!charlist]
Sembarang karakter yang tidak berada dalam charlist
Tabel 1-3. Character dalam pencocokan pola pada operator Like


Contoh :
·         MyCheck = "aBBBa" Like "a*a"                        ' Returns True.
·         MyCheck = "F" Like "[A-Z]"                              ' Returns True.
·         MyCheck = "F" Like "[!A-Z]"                             ' Returns False.
·         MyCheck = "a2a" Like "a#a"                            ' Returns True.
·         MyCheck = "aM5b" Like "a[L-P]#[!c-e]"           ' Returns True.
·         MyCheck = "BAT123khg" Like "B?T*"             ' Returns True.
·         MyCheck = "CAT123khg" Like "B?T*"

d)       Deklarasi Variabel

Visual Basic memungkinkan kita untuk menggunakan variabel tanpa deklarasi. Tetapi hal ini adalah kurang baik untuk program yang terstruktur dan menghindari kesalahan pengolahan yang diakibatkan oleh kesalahan dalam pengetikkan nama variabel.
Agar setiap variabel yang digunakan harus dideklarasikan, dapat digunakan perintah :
             Option Explicit
Pada setiap awal module, atau pada menu Tools, pilih Option, pilih tab Editor, buat tanda check pada Require Variable Declaration.
Deklarasi variabel pada Visual Basic dapat dilakukan dengan Keyword berikut :
Keyword
Digunakan pada
Public
Berlaku pada level modul
Private
Berlaku pada level modul
Dim
Berlaku pada level modul dan level procedure
Static
Berlaku pada level procedure
Tabel 1-4. Keyword pada deklarasi variabel
 Syntax :
 <keyword> NamaVariabel [As TypeVariabel]  

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...